iden

Yogyakarta sebagai kota pendidikan, kota pariwisata, kota perjuangan sudah menjadi label yang lama , namun akhir-akhir ini menjadi sedikit memudar dengan adanya kejadian-kejadian “Klithih” yang akhir-akhir ini menjadi permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya.

Kasus yang terjadi pada bulan Ramadhan beberapa waktu lalu, saat seorang remaja dengan beberapa teman-temannya akan membagikan makanan  pada orang-orang yang dini hari itu belum sahur. Namun ternyata naas menghadangnya, saat habis memberikan sebungkus nasi pada seseorang ada suara teriak-teriak sehingga merasa takut dan dengan sigap anak tersebut berboncengan dengan temannya spontan memacu motornya untuk menjauh tapi ternyata anak yang berteriak tadi mampu menempel motornya dan mengayunkan sebilah pedangnya ke badan belakang yang membonceng dan mengenai  badannya dan sampai dalam sehingga mengenai jantungnya. Pada awalnya tidak dirasa karena merasa ketakutan namun ternyata terasa ada air yang mengalir di badannya dan setelah dia raba ternyata darahnya yang mulai mengalir. Temannya kemuian membawanya ke salah satu Rumah sakit untuk minta pertolongan. Saat dibawa ke UGD sempat memanggil mamanya yang saat itu berada di Semarang dan korban di yogya ikut eyangnya dan tak lama kemudian menghembuskan naasnya.