iden
 Video Anak /  suci /  16 November 2018 /  23 views

“Setiap anak adalah unik”.  Kata-kata ini adalah filosofi masa kini, bahwa anak  yang lahir bukanlah anak yang sempurna (bagai kertas putih siap ditulisi) sebagaimana filosofi terdahulu, tetapi anak yang membawa keunikannya masing-masing. Keunikan ini dimulai dengan keunikan genothypnya yang akan menjadi blue print perkembangan dan berwujud dalam phenothypnya. Namun bagaimana prestasi perkembangan seorang anak juga dipengaruhi oleh lingkungannya (mengasuhnya, mendidiknya, menstimulasinya, dan memberinya nutrisi).  Artinya disini kita akan berhadapan dengan faktor yang disebut sebagai nature biologis seorang anak dan juga faktor lingkungan yang biasa disebut sebagai nurture. Dalam mengasuh anak-anak kita, dua kata inilah yang harus selalu kita ingat, yaitu nature + nurture. Namun bila kita berhadapan dengan dua hal ini, kita sebagai orang tua yang mempunyai tugas mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak,  mempunyai konsekuensi akan berhadapan dengan kelompok-kelompok yang hanya berpegang pada masalah nurture saja, tanpa melihat lagi bagaimana kondisi naturenya. Dalam hal inilah kita harus membekali diri dengan pengetahuan yang dalam dan luas tentang anak-anak berkebutuhan khusus.

 

Komunikasi Adalah fakta bahwa anak-anak sudah dapat berbicara ketika masih memakai popok, sepertinya menyatakan bahwa pemberadaan bahasa adalah proses yang mudah.  Ini tidaklah  benar.  Dari segala pemberian yang diturunkan kepada manusia, kemampuan untuk mengucapkan kata dan merangkainya menjadi kalimat yang berarti adalah sesuatu yang rumit dan ajaib.  Kemudahan pemberadaan bahasa yang terlihat pada anak normal memberi gambaran yang tidak tepat. 

 

Sangatlah tidak mungkin untuk menekankan betapa luar biasa rumitnya fenomena ini.” Salah satu masalah yang sering ditemui yaitu perkembangan bahasa anak, dimana anak mengalami keterlambatan bicara yang tidak sesuai dengan usianya. Anak  autisme adalah anak yang juga mengalami gangguan komunikasi dan bahasa non-verbal. Kemampuan non-verbal adalah kemampuan membaca mimik orang, membaca jalan pikiran orang lain, membaca bahasa tubuh, memahami kiasan, memahami canda, memahami emosi orang lain, dan memahami kedalaman pesan dari intonasi suara/ucapan orang lain. Anak-anak yang mengalami gangguan dalam komunikasi adalah mereka yang mengalami kesulitan untuk bertukar informasi dengan orang lain.

 

Keterbatasan kemampuan ini akan menyebabkan seorang anak mengalami kesulitan membaca pesan-pesan sosial, keterbatasan kemampuan dimensi (pandang ruang) dan kreativitas, kesulitan memahami sebab-akibat, dan kesulitan dalam kemampuan pemecahan masalah.

 

Figur  kunci dalam kehidupan seseorang (orangtua, guru, kakak, adik, atau mereka yang penting/ berharga dalam kehidupan seseorang) haruslah dapat menyisihkan waktu, tenaga, dan keinginan untuk mengerti dan berinteraksi dengan anak  dan keadaan yang sedang dijalaninya.  Termasuk membuka kemungkinan baru yang dapat membantu anak dalam berkomunikasi. Orangtua adalah orang yang pertama, dan yang paling penting guru yang pertama.  Orangtua  memberi contoh bagi anak-anak bagaimana caranya mendengarkan dan berbicara dengan orang lain.  Peran orangtua akan memberikan perbedaan yang sangat banyak dalam  bagaimana baiknya anak tersebut akan mengembangkan kemampuan komunikasinya.  Mempelajari dan menggunakan ketrampilan komunikasi dirumah sangatlah penting.  Orangtua akan bangga bila melihat keberhasilan anaknya ketika anak itu menggunakan ketrampilan yang diajarkan dalam aktifitas sehari-hari.

Related Videos