iden

 

Depok, 5 – 8 September 2018 menjadi hari bersejarah bagi para fasilitator daerah 17 Provinsi di Indonesia. Para fasilitator daerah mengikuti kegiatan training of facilitator dalam rangka peningkatan substansi mengenai anak berkebutuhan khusus yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak c.q Asisten Deputi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus.

Kegiatan dibuka pada tanggal 5 September 2018 oleh Asisten Deputi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus, Usman Basuni, SE, MA, MPHR. Pada kegiatan pembukaan, Asisten Deputi PABK melakukan Dialog dengan anak berkebutuhan khusus perwakilan dari SLB BC Abdi Pratama guna memberikan motivasi bagi peserta agar semangat dalam mengikuti kegiatan.

Pada tanggal 6 – 7 September 2018, peserta mendapatkan pematerian dari fasilitator mengenai substansi anak berkebutuhan khusus, seperti konsep anak berkebutuhan khusus dan karakteristiknya, teknik orientasi dan mobilitas bagi tunanetra, pengenalan bahasa isyarat Indonesia bagi tunarungu serta bina diri. Tidak hanya sampai pematerian, peserta pun mendapatkan praktek langsung mengenai materi yang telah diberikan.

Pada hari terakhir tanggal 8 September 2018, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan lapangan ke Yayasan Dwituna Rawinala di Jakarta Timur. Peserta disambut dengan pentas seni dari siswa tunanetra, yang kemudian dilanjut dengan kegiatan observasi pembelajaran. Setelah melakukan kunjungan lapangan, sore harinya, kegiatan ditutup oleh Kabid Perlindungan Anak Kelompok Minoritas, Nanang A. Rachman, S.Sos, M.Si. Pesan yang disampaikan terkait keharusan dari setiap fasilitator untuk menyebarluaskan keilmuan yang didapat ke daerahnya masing-masing.

Kegiatan training of facilitator ini mendapat apresiasi yang baik dari peserta dan melalui arahan Asisten Deputi Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus, akan dilaksanakan training of facilitator yang ke 2 dengan melibatkan peserta fasilitator daerah dari 17 provinsi lainnya.