iden


 

Malang, 26 Maret 2019.

 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak c.q Deputi Bidang Perlindungan Anak menyelenggarakan “Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas” sebagai wadah dalam memfasilitasi suara dan aspirasi dari keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas.

 

Kegiatan dihadiri oleh 50 keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas di Kota dan Kabupaten Malang. Melalui kegiatan ini diharapkan keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan serta penguatan dari para narasumber yang dihadirkan.

 

Ibu Indrawati, S.Sos selaku Kepala Bidang Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas dan Psikososial menyampaikan bahwa "Mengingat masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengajak semua unsur sampai tingkat pemerintahan terbawah juga termasuk keluarga, sebagai unsur terdekat dengan Anak, yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab terhadap perlindungan Anak Penyandang Disabilitas”.

 

Selanjutnya Ibu Indrawati, S.Sos membuka acara secara resmi yang didampingi oleh Kepala Dinas PPPA Kota dan Kabupaten Malang serta perwakilan dari Dinas PPPA Provinsi Jawa Timur.

 

Pematerian pertama menghadirkan Narasumber dari Universitas Pendidikan Indonesia yakni dr. Riksma Nurakhmi, M.Pd selaku dosen Pendidikan Khusus yang menyampaikan mengenai penguatan dan semangat bagi keluarga anak penyandang disabilitas. Bu Riksma menyampaikan “Salah satu cara dalam merawat dan mendidik anak penyandang disabilitas adalah dengan menjadi orang tua bahagia, sehingga kebahagiaan tersebut akan menular pada lingkungan termasuk anaknya”.

 

Setelah diberikan penguatan, dari sisi Pemerintah, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Malang juga menyampaikan mengenai Tugas Pokok dan Fungsi Dinas PPPA dan P2TP2A dalam upaya memberikan pelayanan bagi anak penyandang disabilitas.

 

Terakhir adalah pemberian motivasi dari Ibu Siti Alfiyah, yang merupakan orangtua anak penyandang disabilitas. Ibu Siti mencoba untuk bisa membangkitkan sisi emosional seluruh orangtua dengan menceritakan pengalamannya dalam membesarkan anak-anaknya.

 

Di sesi terakhir, para peserta mengisi kuisioner mengenai harapan mereka kedepannya dalam merawat dan membesarkan anak penyandang disabilitas khususnya bagi Pemerintah. Hal ini menjadi acuan bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak c.q Deputi Bidang Perlindungan Anak dalam menyusun program kerja kedepannya yang akan berdampak pada Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas.