iden

Regional Tengah

Gedung P2TP2A Kab. Gunungkidul

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, telah memiliki layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan di Kabupaten Gunungkidul, melalui Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Wijaya Kusuma, yang dikoordinasikan langsung oleh Dinas P3AKBPM&D Kabupaten Gunungkidul.

P2TP2A beroperasional di Jl. Kasatrian, Wonosari, Gunungkidul, gedung layanan P2TP2A terletak di sebelah Taman Kuliner Wonosari, buka setiap hari kerja mulai jam 07.30 sampai dengan 15.3 0WIB. Layanan yang diberikan P2TP2A adalah layanan pengaduan, layanan hukum, layanan psikologis, layanan rehabilitasi dan reintegrasi, layanan penjangkauan dan layanan konseling bagi pelaku kekerasan (KDRT), serta layanan rujukan.

Layanan pengaduan bisa melalui call center P2TP2A di nomor telepon Whatsaap (08112642699), email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau korban bisa langsung datang ke Gedung P2TP2A.

Petugas yang ada di P2TP2A ada 5 (lima) orang personil yang akan membantu dan memberikan layanan bagi korban, ada petugas administrasi, konselor hukum, konselor psikologis, dan petugas lainnya yang akan siap sedia memberikan layanan terbaik yang dibutuhkan oleh korban, selain itu P2TP2A juga berjejaring dengan Perangkat Daerah, Lembaga/Instansi, LSM yang lain yang ada dalam memberikan layanan pendampingan maupun rujukan.

Pada tahun 2017 P2TP2A telah memberikan layanan bagi 12 perempuan dan 28 anak serta 1 laki-laki, dengan jenis kasus kekerasannya untuk fisik ada 3 korban perempuan, kekerasan psikis ada 4 korban perempuan dan 3 korban anak, sedangkan untuk kasus kekerasan seksual perempuan ada 5 korban dan 17 anak, sedangkan kasus penelantaraan ada 8 korban anak.

Pada tahun 2017 dari data korban yang masuk tersebut ada korban dengan disabilitas, yaitu SK,anak usia 16 tahun mengalami kekerasan seksual dari tetangganya sampai mengalami kehamilan. Penanganan korban SK yang dengan disabilitas tuna runggu dan tuna wicara, mengalami beberapa kendala dalam penanganan dan pendampingannya karena korban tidak mendapatkan pendidikan formal terkait dengan bahasa isyarat, sehingga hal ini membuat pihak penyidik kesulitan dalam melakukan penyidikan dan penyelidikan karena kesulitan memahami keterangan korban. Meskipun sulit dalam penanganan dan pendampingannya, untuk kasus koran SK tersebut dapat ditangani dan lanjut ke proses hukum, sedangkan SK menapatkan layanan psikologis dan layanan medis untuk persalinan anaknya melaui Puskesmas. 

Penyelesaian kasus perempuan dan anak penyandang disabilitas tidaklah mudah, perlu koordinasi yang intensif dengan lembaga lain, bahkan dirasa perlu peningkatan kapasitas petugas P2TP2A untuk dapat memberikan layanan terbaik bagi korban dengan disabilitas, untuk itu Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia perlu melakukan upaya optimalisasi penguatan dan pelatihan bagi SDM P2TP2A khususnya untuk penanganan dan pelayanan korban baik perempuan dan anak dengan disabilitas.

Perempuan dan Anak dengan Disabilitas yang menjadi korban kekerasan wajib dilayani oleh Pemerintah dengan sebaik-baiknya.

 

 

  

 

 

 

 

 

   

“HATUE PANGINGUini merupakan wadah/komunitas bagi para laki-laki dan anak laki-laki untuk menuangkan ide, gagasan dan kampanye dukungan terhadap perempuan yang mengalami kekerasan, maupun menyuarakan kepada sesama laki-laki untuk tidak diam ketika saudaranya, perempuan, mengalami kekerasan dan ini merupakan bagian dari gerakan/kampanye globalHe For She, suatu bentuk komitmen yang menjadi kepedulian para pemimpin Negara (10 Negara), yang menyatakan perempuan merepresentasikan separuh dari pelaku dan penerima manfaat pembangunan guna terwujudnya planet 50:50.

 

Aktivis PATBM Kelurahan Menteng Kalimantan Tengah terbentuk tahun 2016,Aktivis tersebut terdiri dari perwakilan dari masyarakat yang ada di kelurahan Menteng seperti Tokoh Agama,Tokoh Adat,Tokoh Masyarakat,Karang Taruna,dan PKK.                                                Dalam kegiatanya selama ini para Aktivis telah melakukan Sosialisasi baik di TK,SD,SMP,SMA,Pengajian

Rapat Kerja Teknis Tindak Pidana Perdagangan Orang dilaksanakan di Swiss Bel Danum Hotel, Tanggal 10-13 Oktober 2018.

Pada Kesempatan tersebut Menteri KPPA Yohana Yambise, dapat hadir dalam acara pembukaan.

 

Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, sebagai daerah dengan komposisi jumlah penduduk yang beragam, menyangga persoalan sosial yang tidak sederhana. Hal ini disebabkan karena Kelurahan Menteng mempunyai kawasan yang cukup luas dan terletak di tengah-tengah kota Palangka Raya dimana salah satu masalah yang menjadi perhatian kita adalah maraknya kasus penggunaan narkotika dan adanya pelanggaran terhadap hak-hak anak seperti penelantaran anak karena alasan ekonomi, tidak terpenuhinya hak sipil anak seperti tidak mempunyai akta kelahiran karena sudah tidak mempunyai orang tua lagi ataupun tidak diurus orang tua akibat berbagai faktor seperti kemiskinan, beragamnya pendidikan, pergeseran nilai moral, masalah sosial budaya, gaya hidup dan makin besarnya jumlah penduduk yang mempersempit lapangan pekerjaan, membuat anak rentan terhadap permasalahan traficking dan kekerasan lainnya. Disamping itu pula jika ada tindak kejahatan kekerasan seksual terhadap anak, keluarganya mungkin saja menutup-nutupi karena ada perasaan malu sehingga kasus-kasus seperti ini tidak muncul ke permukaan.

Sejak November 2016 s/d Oktober tahun 2018 ada beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan seperti melaksanakan mediasi tentang hak asuh anak, KDRT, audiensi serta sosialisasi perlindungan anak terutama yang menyangkut masalah kekerasan terhadap anak dan penggunaan narkoba .

Selanjutnya untuk peningkatan kerjasama/kemitraan antara pihak terkait khususnya aparat pemerintah dan pihak terkait lainnya seperti P2TP2A, DAD, LSM dan lainnya dalam upaya memperkuat pencegahan dan penangananan kasus-kasus kekerasan terhadap anak di level komunitas maka akan dilakukan kegiatan audiensi dan survey atau pemetaan di beberapa tempat dalam kelurahan menteng. Kegiatan ini penting dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi di masyarakat dan di sekolah.

Pencatatan perkembangan kasus dan rencana tindak lanjut akan dibuat setiap dilakukannya pertemuan antar aktivis . Hasil dari ini membantu Tim untuk melakukan tindakan lanjutan serta dapat terus mengawal proses yang masih belum selesai.