iden

Kementerian / Lembaga

KPPPA memberikan pelatihan tentang sistem database perlindungan anak kelompok disabilitas dengan tujuan agar masyarakat mampu melihat kebutuhan dan berita yang ada di daerah. Untuk bisa mengupload berita-berita itu dalam web beberapa instasi yang bergerak dalam bidang perlindungan anak diadakan pelatihan. Pelatihan di adakan di Hotel Tentrem . Dengan di hadiri oleh lebih dari 30 peserta.

Materi yang diberikan antara lain tentang bagaimana menulis yang baik dengan menggunakan prinsip 5W + 1 H. Apa itu 5W +1 H? Adalah prinsip dalam menulis dengan menggunakan pertanyaan Apa, Siapa,Kapan,Dimana, Mengapa dan bagaiman. Dan juga tentang bagiamana teknik mengambil foto. Agar berita menjadi lebih menarik. Dengan memperhatikan angle,tips komposisi pengambilan foto.

Pelatihan di lakukan pada tanggal 1 November 2018 pada pukul 08.00 WIB

 

  

Yayasan Ciqal bekerjasama dengan Dinas Pendidikan DIY  menginiasiasi masuknya  pendidikan Pengurangan Resiko Bencana di sekolah luar biasa yang ada di DIY, sebagai salah satu bentuk upaya memperkenalkan kepada siswa berkebutuhan khusus tentang bentuk – bentuk bencana yang ada dan bagaimana supaya mereka terhindar dari bahaya bencana  yang dimasukan di dalam kegiatan kepramukaan.

Perempuan, anak, lanjut usia, dan penyandang Disabilitas adalah kelompok rentan yang pada saat terjadi bencana akan banyak menjadi korban.sehingga perlu untuk memperkenalkan kepada mereka tentang jenis bencana dan bagaimana cara kita bisa selamat dari bencana tersebut. Apalagi penyandang disabilitas dimana mereka memiliki keterbatasan kemampuan akan semakin rentan menjadi korban

Yayasan Ciqal sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam pemberdayaan penyandang disabilitas merasa penting untuk membuat sebuah modul pembelajaran tentang pengurangan resiko bencana bagi siswa – siswi sekolah luar biasa. Berdasarkan pengalaman selama terjadi bencana di wilayah yogyakarta ternyata kelompok rentan itulah yang banyak menjadi korban.  Bukan hanya karena keterbatasan yang mereka miliki tetapi pemahaman tentang kebencanaan sendiri yang masih sangat minim. Sementara yogyakarta adalah sebuah propinsi yang juga berpotensi mengalami bencana yang berasal dari Gunung Berapi, Laut, Tanah Lonsor,  maupun gempa Bumi.

Pentingnya mengajarkan kepada anak anak berkebutuhan khusus akan tipikel bencana itu sendiri dan apa yang harus mereka lakukan ke dalam pelajaran yang mereka terima sesuai dengan ragam disabilitas yang mereka alami.

 Dinas Pendidikan Propinsi DIY menyambut baik program tersebut bahkan memfasilitasi dengan  di masukan dalam kegiatan kepramukaan di sekolah luar biasa. Perogram ini wajib di terapkan bagi semua sekolah luar biasa baik negeri maupun swasta. Terkait dengan metode dan cara penyampaian modul tersebut di serahkan ke guru pembimbing setelah melewati proses training of Trainer terlebih dahulu.

Dengan pembelajaran yang menyenangkan, diharapkan walaupun dengan keterbatasan mereka akan dapat menerima pelajaran itu dengan baik. Dan dapat mengimplementasikan pada saat terjadi bencana. Sehingga upaya mengurangi korban dari penyandang disabilitas akan dapat terjadi