iden

Regional Timur

Terkait orientasi seksual sebenarnya kita tidak bisa 100% yakin kecuali anak kita mengakuinya sendiri. Tapi sebagai langkah awal mungkin bisa dengan melihat dengan siapa anak biasanya berinteraksi, apakah anak punya pacar lawan jenis, mencari tahu ketertarikan anak terhadap sesuatu yang berkaitan dengan gender misalnya anak laki-laki tertarik makeup, gossip, dll. Setelah menemukan beberapa tanda, ayah / ibu bisa mendekati anak secara perlahan. Kenali dan jadilah sahabat anak, belajar untuk tidak men-judge anak, terima setiap perasaan anak, sampaikan bahwa ayah/ibu menerima anak apapun keadaannya, setelah anak nyaman anak akan lebih terbuka dan ayah/ibu akan tahu terkait orientasi seksual anak. Dan saat telah mengetahui hal tersebut dan ternyata orientasi seksual anak menyimpang, jangan seketika menolak anak karena anak akan berontak. Terima perasaan anak tapi dengan tetap menyampaikan bahwa hal itu tidak bisa diterima oleh agama dan masyarakat. Sampaikan bahwa ayah/ibu menerima kondisi anak dan akan membantu anak berubah jika anak berusaha. Yakinkan bahwa ayah/ibu akan selalu ada disamping anak apapun keadaannya. Dengan penerimaan  yang tulus dari ayah/ibu, anak akan belajar mengevaluasi dirinya dan mengambil keputusan untuk hidupny dengan lebih baik.

(Suci)

Jumat 16/11/2018 dilaksanakan pelatihan Data Base Sistem Perlindungan Anak  kelompok Minoritas dan Disabilitas yang oleh Kementrian Pemberdayaan perempuan dan Anak, pelatihan ini akan berlangsung selama satu hari bertempat di Hotel Swiss Bell Makassar.

Peserta dalam pelatihan ini dihadiri dari berbagai stake holders seperti kader PATBM dari Kabupaten Bantaeng, Makassar, Gowa, Lembaga perlindungan Anak (LPA) Sulsel, Dinas PPPA Prov, serta lembaga pemerhati anak lainnya.

Dalam Sambutan yang mewakili Menteri KPPA. menyatakan salah satu tujuan kegiatan ini adalah adanya keterampilan peserta untuk menggunakan sistem data base pendokumentasian berbagai permasalahn anak khususnya pada permasalahan Anak dari Kelompok Minoritas dan DIsabilitas. selanjutnya arahan dari Kepala Dinas PPPA Prov Sulsel (Bapak Askari) yang dalam arahannya memberi apresiasi yang tinggi pada kegiatan yang sedang berlangsung dimana di Prov Sulsel bila melihat pada kasus kasus anak cenderung meningkat dari tahun ke tahun dengan memberi beberapa contoh kasus yang viral di medsos. Bapak Kadis juga berharap ada lanjutan dari kegiatan yang dilakukan sekarang.

 

selanjutnya peserta melakukan uji coba/praktek sistem Data Base yang telah disediakan.

Jumat 16/11/2018 dilaksanakan pelatihan Data Base Sistem Perlindungan Anak  kelompok Minoritas dan Disabilitas yang oleh Kementrian Pemberdayaan perempuan dan Anak, pelatihan ini akan berlangsung selama satu hari bertempat di Hotel Swiss Bell Makassar.

Peserta dalam pelatihan ini dihadiri dari berbagai stake holders seperti kader PATBM dari Kabupaten Bantaeng, Makassar, Gowa, Lembaga perlindungan Anak (LPA) Sulsel, Dinas PPPA Prov, serta lembaga pemerhati anak lainnya.

Dalam Sambutan yang mewakili Menteri KPPA. menyatakan salah satu tujuan kegiatan ini adalah adanya keterampilan peserta untuk menggunakan sistem data base pendokumentasian berbagai permasalahn anak khususnya pada permasalahan Anak dari Kelompok Minoritas dan DIsabilitas. selanjutnya arahan dari Kepala Dinas PPPA Prov Sulsel (Bapak Askari) yang dalam arahannya memberi apresiasi yang tinggi pada kegiatan yang sedang berlangsung dimana di Prov Sulsel bila melihat pada kasus kasus anak cenderung meningkat dari tahun ke tahun dengan memberi beberapa contoh kasus yang viral di medsos. Bapak Kadis juga berharap ada lanjutan dari kegiatan yang dilakukan sekarang.

 

selanjutnya peserta melakukan uji coba/praktek sistem Data Base yang telah disediakan.